Novel kategori dewasa yang dinilai tidak layak dibaca anak-anak, ditemukan di perpustakaan SD Cempaka Arum. Dua novel yang ditemukan berjudul 'Tambelo' dan 'Tidak Hilang Sebuah Nama'.
Novel tersebut lebih banyak berisi cerita kekerasan dan seksual. Bukan hanya tak pantas dibaca siswa SD, novel itu juga dinilai tak layak dibaca siswa SMP dan SMA.
"Novel-novel ini lebih pantas dibaca orang dewasa atau 18 tahun ke atas," kata Ketua DPD Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Jabar Achmad Taufan dalam konferensi pers di Sekretariat FGII Jabar, Jalan Kiliningan, Jumat (8/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggalan buku tambelo
Hal 63
'ok, aku katakan saja, bahwa aku telah melakukan hubungan yang serius dengan roni di dalam hutan. Kami telah berhubungan badan sehingga kini di perutku ini ada darah daging roni yang harus dia pertanggungjawabkan'
Tidak hilang sebuah nama
Hal 56
Paedophilia dan necrophilia juga bisa dikategorikan gangguan penyimpangan seksual. Penderitaan paedophilia akan merasa puas bila melakukan hubungan seksual dengan anak-anak, sedangkan necrophilia adalah orang meninggal'.
hal 57
'kurang percaya diri ketika ia akan melakukan hubungan seksual dengan sesamanya-orang-orang normal-merupakan salah satu penyebabnya. Bagaimanapun, sebagai manusia, ia butuh melampiaskan kebutuhan biologisnya. Dan bagi lelaku umumnya, ada mekanisme mimpi yg bermanfaat untuk menekan hasrat itu. Tapi bagi sebagian orang, itu saja
tidak cukup'.
(orb/ern)










































