Bawa Brainstat, Tim IT Telkom Bidik Juara di Imagine Cup Dunia

Bawa Brainstat, Tim IT Telkom Bidik Juara di Imagine Cup Dunia

Oris Riswan Budiana - detikNews
Kamis, 07 Jun 2012 19:32 WIB
Bawa Brainstat, Tim IT Telkom Bidik Juara di Imagine Cup Dunia
Bandung - Tim Malabar IT Telkom siap bersaing di ajang Imagine Cup 2012 Worldwide Final di Sydney, Australia, pada 6-10 Juli mendatang. Mewakili Indonesia, Malabar menargetkan gelar juara di perlombaan tersebut.

Event itu merupakan perlombaan tingkat dunia di bidang teknologi informasi (TI) yang diselenggarakan Microsoft sejak 2002. Pesertanya adalah para pelajar dan mahasiswa yang punya kreativitas, gagasan serta kemampuan menciptakan inovasi teknologi.

Tim Malabar terdiri dari empat mahasiswa IT Telkom. Mereka masing-masing Umar Ali Ahmad (ketua tim), Anggunmeka Luhur Prasasti, Dody Qori Utama dan Arganka Yahya.

"Kita sudah menang di Imagine Cup tingkat Indonesia. Target selanjutnya, kami menargetkan menang di tingkat dunia yang lombanya akan dilaksanakan di Sydney," kata Umar saat ditemui di Yayasan Telkom, Jalan Citarum, Kamis (7/6/2012).

Dalam lomba nanti, Malabar mengandalkan hasil inovasinya yang dinamakan Brainstat atau pembaca status otak. Alat itu berbentuk hampir mirip seperti headset namun ada pembaca sensor di bagian depan yang menempel ke kening.

Alat itu mampu membaca apa yang ada di pikiran serta kondisi seseorang. Brainstat menang di tingkat nasional sehingga Tim Malabar berhak tampil di Australia.

Sebagai persiapan, Brainstat kini tengah 'dioperasi' untuk meningkatkan kemampuannya. Secara singkat, Brainstat bekerja untuk membaca kondisi fisik dan psikis melalui sensor otak.

"Kita sedang melakukan persiapan dan perubahan supaya Brainstat bentuknya lebih nyaman saat dipakai. Tapi fungsi utamanya tetap sebagai pembaca sensor otak," jelas Dody menambahkan.

Sementara untuk lomba, tim Malabar berencana berangkat ke Australia sekitar 4 atau 5 Juli mendatang. Soal dana, pihaknya mengaku dapat sokongan dari Yayasan Telkom, IT Telkom dan beberapa pihak lain.

Namun khusus dari pemerintah, ia mengaku tidak mendapat bantuan. "Kita sedang upayakan minta bantuan ke Kemendikbud dan Kemenhub. Mudah-mudahan sebelum berangkat sudah cair bantuannya. Kalau dari Pemprov Jabar, jujur kita tidak tahu link-nya (untuk minta bantuan) ke mana," tandasnya.

(orb/ern)


Berita Terkait