Bandara di Karawang Dibangun Setelah Kertajati

Bandara di Karawang Dibangun Setelah Kertajati

Oris Riswan Budiana - detikNews
Rabu, 23 Mei 2012 07:03 WIB
Bandung - Pemerintah memastikan akan membangun bandar udara di Kertajati, Majalengka dan di Karawang. Untuk pertama, akan dibangun bandara di Kertajati lalu baru di Karawang. Pemerintah pusat sudah menganggarkan dana dalam APBN tahun ini dan tahun depan.

"Syukur alhamdulillah kalau nanti Kertajati selesai, Karawang juga nanti jadi, setelah Kertajati jadi tentunya," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan usai menghadiri Opening Ceremony The 33rd ASEAN Senior Transport di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka, Selasa (22/5/2012).

Untuk pembangunan bandara Kertajati, pemerintah sudah menganggarkan dalam APBN secara bertahap. "Ada anggaran untuk tahun ini dan tahun depan, kita sudah siapkan meski secara bertahap," papar Mangindaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mangindaan mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta punya kapasitas 26 juta penumpang per tahun, namun ternyata harus melayani hingga lebih dari 52 juta penumpang. Melihat itu, Bandara Soekarno-Hatta akan direnovasi agar mampu melayani penumpang 40-50 juta per tahun.

"Kapasitas Bandara Soekarno-Hatta sudah lewat. Satu-satunya jalan adalah kita rehabilitasi untuk bisa menampung lebih banyak penumpang. Tapi kita juga harus siapkan (bandara) di Karawang," tandas Mangindaan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan gembira karena akhirnya pemerintah pusat mau membantu pendanaan pembangunan bandara Kertajati. "Kalau anggaran (dari APBN) sekarang ada, tahun depan insya Allah juga ada lagi. Ini bentuk dukungan bahwa (pembangunan) Kertajati pasti jalan," kata Dede.

Sejauh ini, Dede menyebut Pemprov Jabar sudah mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk proses pembebasan lahan di Kertajati. "Investasi yang kita keluarkan hampir Rp 250 miliar untuk pembebasan lahan. Kita sudah punya blueprint dan lain sebagainya," jelasnya.

Sementara itu terkait rencana pembangunan bandara di Karawang, Dede menyebut tidak ada hubungannya dengan Pemprov Jabar.

"Itu bagian dari perjanjian internasional, tidak ada hubungannya sama Jabar. Yang jelas Jabar punya rencana matang sejak 5 tahun lalu (untuk membangun Bandara Kertajati) dan akan kita teruskan," tutur Dede.

(orb/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini