Keyboardis eks Peterpan Somasi RSHS Bandung

Keyboardis eks Peterpan Somasi RSHS Bandung

- detikNews
Rabu, 09 Mei 2012 11:00 WIB
Keyboardis eks Peterpan Somasi RSHS Bandung
Bandung - Operasi kecil untuk mengangkat batu empedu, malah berakibat fatal bagi keyboardis eks Peterpan David Albert (30). Pascaoperasi di RS Hasan Sadikin Bandung awal Juni 2011 silam, David mengalami masa kritis. Dia sempat koma tiga kali. Kini David pun mensomasi RSHS karena diduga melakukan kelalaian.

"Saya berobat ke RSHS karena kebetulan ayah teman baik saya yang sudah saya anggap sebagai ayah sendiri, dokter di sana. Ya akhirnya saya berobat ke sana, dan didiagnosa ada batu empedu dan harus dioperasi," ujar David saat berbincang di kantor detikbandung, Jalan Lombok No 33, Selasa malam (8/5/2012).

David pun ditangani dokter spesialis bedah inisial dr R. Akhirnya ia pun dioperasi. Malam setelah operasi, David mengaku tak bisa tidur. "Perut saya sakit sekali, seperti ada pisau panas di dalam perut. Sampe saya enggak bisa tidur. Melapor ke dokter, katanya itu sakit biasa pasca-operasi," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama tiga hari dirawat di RSHS, David terus merasakan kesakitan. "Tapi tetap tidak diambil tindakan. Bahkan saat dokternya visit, dan kebetulan saya sedang kesakitan, si dokter sama sekali tidak memeriksa saya. Malah besoknya saya diperbolehkan pulang," sesalnya.

Saat tiba di rumah, kondisi David makin memburuk. Ia mengaku merasakan kesakitan hingga berjam-jam terus menerus. "Empat jam ngerasa sakit, 20 menit mungkin enggak sakitnya. Beberapa hari saja, berat badan saya langsung turun drastis," ujar David.

Akhirnya David diwakili ayahnya menelepon dr R. Dokter tersebut malah minta David ke IGD dan menemui dokter jaga. Merasa kecewa dengan jawaban si dokter, akhirnya David pun dibawa ke RS Advent dengan ambulance dari rumah sakit. Tiba di RS, David alami anfal. "Saya sempat koma tiga hari. Dan selama dirawat 1 bulan lebih di Advent, saya koma tiga kali," katanya.

Fakta mengejutkan ia dapat dari tim dokter di RS Advent. Saluran empedunya putus. "Dokter menduga saluran itu putus akibat operasi pertama. Diduga alatnya terlalu panas saat operasi dulu, sehingga membuat saluran empedu putus. Akibatnya racun di empedu dan hati tumpah ke organ lain dan menyebabkan infeksi," lirihnya.

Menurut keterangan dokter beberapa organ tubuh yang menjadi infeksi adalah liver, ginjal, usus, jantung sebelah kanan, dan paru-paru sebelah kanan.

"Saya sampai dioperasi hingga tiga kali di Advent. Rasanya sakit sekali, sampai saat ini masih bisa merasakan rasa sakitnya," katanya.

Setelah pulang dari Advent, pihak keluarga mencoba menghubungi RSHS untuk meminta pertanggungjawaban dari dokter dan pihak rumah sakit.

"Awalnya kita cuma minta bertemu dan menganalisa kok bisa kondisi saya sampai begini. Di mana letak kesalahannya. Kita tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi pada orang lain, hingga minta dokter yang menangani saya distop dulu pelayanannya, diperiksa dulu," ujarnya.

Namun permintaan itu, menurut David tidak mendapat respon positif. Setelah beberapa kali bertemu untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan, tidak menemukan titik temu. Akhirnya David dan keluarga pun menggandeng pengacara untuk melakukan somasi pada RSHS.

"Dua minggu kemarin kalau tak salah dilayangkan, tapi belum mendapat tanggapan. Saya tak ingin bawa ini ke pengadilan, saya cuma ingin lihat niat baik dari si dokter," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi belum berhasil mewawancara pihak rumah sakit. Meski sudah didatangi ke RS, namun belum ada yang bersedia bicara.





(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads