Dalam aksinya, massa menuntut ingin beraudiensi dengan Kadisdik Jabar Wahyudin Zarkasyi. Mereka ingin menyampaikan secara langsung pada Kadisdik terkait ragam aspirasi mereka.
"Kita pengen audiensi dengan Kadisdik Jabar. Beliau katanya sedang di DPRD Jabar. Kita akan tunggu di sini sampai beliau datang," tegas Koordinator Aksi Abdul Nasir saat ditemui di sela aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita juga akan menyampaikan penolakan kita untuk pengesahan RUU Perguruan Tinggi (PT)," ujar Nasir.
Khusus terkait RUU PT, PMII menilai hal itu bertolak belakang dengan amanah UUD 1945 dimana pemerintah bertanggungjawab mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sementara jika RUU PT disahkan, maka biaya pendidikan akan mahal. Bahkan dunia pendidikan kemungkinan akan terpuruk. Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak akan bisa mengenyam pendidikan karena biayanya yang mahal.
Dalam aksinya, massa menyanyikan yel-yel, mengibarkan bendera dan membawa sejumlah poster. Beberapa poster itu di antaranya bertuliskan 'Tingkatkan Pendidikan Berkualitas', 'Tingkatkan Kesejahteraan Guru Honorer', dan 'Usut Tuntas Praktek Pungli Dana Pendidikan'.
Di tengah-tengah orasi, massa melemparkan beberapa koin ke arah halaman Disdik Jabar. Itu melambangkan simbol mahalnya dunia pendidikan. Pukul 13.30 WIB, massa masih berkumpul di lokasi. Sementara massa giliran berorasi menyampaikan aspirasinya.
(ors/ern)











































