Ketiga nama itu tersingkir dari rekomendasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). KAMMI hanya merekomendasikan enam nama sebagai rujukan bagi masyarakat pada Pilgub Jabar 2013.
"Nama-nama yang kita sampaikan ini adalah yang kita nilai siap maju sebagai gubernur, bukan wakil gubernur," ujar Ketua Umum PW KAMMI Jabar Edi Mardiana dalam konferensi pers di RM Sindang Reret, Jalan Surapati, Senin (16/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan memunculkan enam nama tersebut, bukan berarti KAMMI mendukung nama-nama itu untuk jadi gubernur. Sebab penilaian kembali ke masyarakat. Masyarakat yang menentukan," jelasnya.
Sekjen PW KAMMI Jabar Wayan mengungkapkan, dipilihnya enam nama didasarkan pada berbagai pertimbangan. Dengan memunculkan enam nama, ia berharap masyarakat lebih selektif dalam memilih calon gubernur pada pilgub nanti.
"Kenapa kami sampaikan nama-nama ini? Ini agar masyarakat cerdas dan mempelajari track record yang bersangkutan sebelum dipilih pada pilgub," tuturnya.
Keenam nama itu dipilih berdasarkan kajian dan sebagai representasi parpol yang bakal bertarung pada Pilgub Jabar 2013. Sehingga nama-nama seperti Dede Yusuf (Demokrat) dan Rieke Diah Pitaloka (PDIP) tidak masuk dan masing-masing diwakili Iwan Sulanjana (Demokrat) dan Dedi Supardi (PDIP). Rachel Maryam (Gerindra) pun dianggap bukan bagain dari rekomendasi.
"Yang kami munculkan adalah realitas politik partai masing-masing dengan grade dan rating tertinggi. Meski keputusan akhir sebenarnya ada di tangan parpol soal siapa yang akan diusung," ucap Edi menambahkan.
Selain tiga mantan artis, ada juga nama lain yang tersingkir dari rekomendasi KAMMI. Mereka masing-masing Dada Rosada (Demokrta), Tate Qomarudin (PKS), Netty Heryawan, Dedi Mizwar dan Rhoma Irama. Dua nama terakhir sempat diisukan bakal maju pada Pilgub Jabar 2013, tapi hingga sekarang belum ada kejelasan.
(orb/bbp)










































