Dituduh Maling & Selingkuh, Pelajar Dikeroyok Sejumlah Pria

Dituduh Maling & Selingkuh, Pelajar Dikeroyok Sejumlah Pria

Tya Eka Yulianti - detikNews
Senin, 02 Apr 2012 16:49 WIB
Dituduh Maling & Selingkuh, Pelajar Dikeroyok Sejumlah Pria
Bandung -

CY (17), pelajar kelas II sebuah sekolah swasta di Bandung diduga jadi korban pengeroyokan yang salah sasaran. Kejadian bermula saat CY bersama seorang temannya berniat mengambil uang di ATM, Jalan Sumber Sari, Kota Bandung, Sabtu (31/3/2012), sekitar 19.30 WIB.

CY saat itu seorang diri berada di dalam ATM. Sedangkan temannya berada di luar lantaran membeli casing handphone. Ketika akan mengambil uang, kartu ATM tak terbaca karena ada bagian kartu yang patah. Di luar, seorang pria dewasa menggedor pintu ATM.

"Saya persilakan orang itu masuk duluan. Saya diam dulu di depan ATM untuk membetulkan kartu," ujar CY saat ditemui di rumahnya, kawasan Cibaduyut Lama, Senin (2/4/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria berusia sekitar 35 tahun itu lalu keluar dan duduk di motor tak jauh dari ATM. Saat itu CY merasa pria tersebut terus menatapnya. "Pas lagi benerin kartu, dia ngeliatin terus. Saya lihat ke dia sebentar, dia masih melihat saya terus. Saya sudah merasa curiga, kayanya ada apa-apa," katanya.

Karena perasaannya tak enak, CY lalu memilih beranjak dari ATM, namun pria tersebut memanggil. "Bisa engga? Sini liat dulu," kata pria itu.

Namun CY memilih bergegas pergi, namun kakinya dihadang hingga jatuh oleh pria lainnya. "Setelah jatuh saya dipukuli. Ada yang teriakin saya maling," tutur CY yang menyebut dirinya dipukuli lima pria.

CY pun mengaku mendapat bogem mentah di kepala dan sekujur tubuhnya. Bibir atasnya luka dan hidungnya mengalir darah. Tubuhnya pun ada bekas cakaran dan lebam. Selain dituduh maling, CY disebut-sebut menjadi selingkuhan dari salah satu pelaku pengeroyokan tersebut. "Kamu selingkuhi istri saya. Saya misscall kamu ya," ucap CY menirukan pelaku.

Pelaku hendak mengambil handphone milik CY, namun berhasil dipertahankan. Pelaku kemudian mengikat lengan kirinya itu dengan sapu tangan. Setelah mendapat handphone, pelaku pun pergi. CY meminta agar handphonenya tidak diambil. Beruntung saat itu ada polisi yang berada di dekat lokasi, tiga pelaku lalu diamankan.

Di kantor polisi, CY pun dipertemukan dengan istri salah seorang pelaku yang sebelumnya menuduh CY sebagai selingkuhan istrinya. "Waktu diketemuin, saya enggak kenal. Dia juga enggak kenal saya. Jadi ya salah sasaran," kata CY yang mengaku sudah melakukan visum di RS Rajawali.

Meski keluarga pelaku meminta maaf dan meminta kasus tak dilanjutkan, keluarga CY tetap melanjutkan kasus ini hingga ke persidangan. "Saya enggak mau damai. Saya enggak terima anak saya yang sejak kecil tidak pernah dipukul, sekarang dipukuli sampai seperti ini. Padahal dia tidak ada salah apa-apa," tutur ES (42), ibu korban.

Hingga saat ini CY mengaku kepalanya masih sering pusing. Bekas ikatan di lengan kiri, lebam dan bibir yang bengkak masih terlihat. CY pun terpaksa tidak masuk sekolah. Kasus tersebut kini ditangani Polsek Babakan Ciparay.

(tya/bbp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini