"Saya tidak punya pilihan lain. Saya merasa ada tekanan begitu besar yang saya pikir tidak normal," kata Drago saat ditemui di salah satu apartemen di Kota Bandung, Kamis (29/3/2012) malam.
Hasil di akhir putaran I dengan finis di posisi 7, dinilai banyak pihak sebuah kegagalan. Hal itu yang membuatnya kecewa dan memilih mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan pemain yang kini menghuni skuad Persib mayoritas bukan merupakan pemain pilihannya. Sebab ia datang ketika skuad Persib sudah ditentukan manajemen. Alhasil, Drago tak punya banyak kesempatan untuk menentukan sendiri pemain yang diinginkannya.
"Saya datang ke sini dengan tim yang sudah terbentuk. Meski pemain bukan pilihan saya, saya tidak menyalahkan kondisi. Dengan pemain yang ada, saya berusaha memberikan hasil maksimal," jelas pria asal Kroasia itu.
Sementara ketika kompetisi baru setengah jalan, ia dinilai gagal karena tidak mampu menembus posisi 5 besar. "Di pertengahan kompetisi saya disebut gagal. Ini yang membuat saya kecewa," ungkap Drago.
Disinggung apakah mendapat tekanan dari manajemen untuk mengundurkan diri, Drago membantah. "Tidak ada yang menekan saya untuk mundur. Tapi kondisi ini yang membuat saya mengambil keputusan ini," tandasnya.
(ors/tya)










































