"Siang ini kami melakukan pengambilan sampel darah di tiga RW di Kelurahan Sadang Serang. Dari satu RW itu 10 warga yang diambil darah. Ya, ini untuk mengecek atau memastikan chikungunya atau tidak," jelas Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kota Bandung Rita Verita saat dihubungi wartawan via ponsel, Rabu (21/3/2012).
Rita memastikan kalau jumlah warga terkena chikungunya tidak lebih dari 200 orang. Berdasarkan hasil survei dan pendataan tim Dinkes, hanya tercatat 57 warga terdiri dari anak-anak dan dewasa yang diduga kuat chikungunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil sample darah yang diambil itu langsung bisa terlihat. Namun Rita masih menunggu laporan petugas di lapangan.
Lebih lanjut Rita menuturkan, chikungunya merupakan kasus rutin yang terjadi di Kota Bandung. Dinkes Kota Bandung tak menampik jika setiap minggu selalu menerima laporan adanya warga yang terjangkit chikungunya.
"Paling seminggu itu ada lima atau tujuh orang. Kalau yang di Kelurahan Sadang Serang di tiga RW itu kebetulan saja serentak. Tapi kondisi warga di Sadang Serang itu sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasanya," tutup Rita.
Lebih dari 100 warga Kampung Karang Asih RW 13 Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, diduga terjangkit chikungunya. Dari 7 RT di RW 13, warga yang terjangkit chikungunya tersebar di RT 1 hingga 5.
Penyebab penyakit chikungunya adalah sejenis alphavirus yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegypti. Gejala penyakit tersebut di antaranya demam hingga 39 derajat celcius, nyeri pada persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang yang disertai ruam (kumpulan bintik-bintik kemerahan) pada kulit. Terdapat juga sakit kepala, conjunctival injection dan sedikit fotofobia.
(bbp/bbp)











































