Panggung pertunjukan Rumentang Siang sore itu mendadak dipenuhi banyak monyet-monyet. Dekorasi panggung menciptakan suasana hutan yang penuh dengan pohon. Kehidupan monyet-monyet ini pun tentram dan nyaman.
Diceritakan, kehidupan monyet pun terusik karena sekelompok pemburu bersenjata api mengusik mereka. Salah satu monyet bernama Sarimin pun menjadi korban. Ia ditangkap dan dibawa ke kota untuk dijadikan topeng monyet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat menyayangkan kasus pembantaian itu. Saat melihat pemberitaan itu, saya jadi terpikir untuk diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater," ujar Anton.
Anton berharap, dengan diangkat menjadi sebuah pertunjukan teater, masyarakat bisa lebih menghargai hewan yang dilindungi dan menghargai alam.
Pemain yang terlibat pada pertunjukan ini sekitar 60 orang. Selain dipentaskan di Gedung Rumentang Siang, teater musikal 'Pengadilan Monyet' ini digelar di Dago Tea House, Bandung, 4-18 Maret 2012 mendatang.
(avi/bbn)











































