Bahkan, pengunjung vihara tak hanya berasal dari sekitar Kota Bandung saja. Banyak di antara pengunjung yang berasal dari luar kota bahkan dari luar negeri.
"Kalau jumlah umat yang datang, sulit dihitung. Tapi trennya setiap tahun semakin meningkat. Dibandingkan tahun 2011 lalu naik 30 persen lah, sekitar 3 ribu orang," ujar Tan Tjong Boe saat ditemui di Vihara Satyabudhi, Jalan Kelenteng, Senin (23/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dahulu, sekian puluh tahun warga Tionghoa menggelar upacara di rumah masing-masing. Tapi sejak adanya kebijakan Gus Dur, warga Tionghoa merasa nyaman keluar merayakan Imlek ke vihara. Ini adalah suatu hal yang positif dan baik," katanya.
Selain dikunjungi warga Tionghoa dari Bandung dan sekitarnya, Tan Tjong Boe mengaku vihara Satyabudhi juga banyak didatangi warga dari luar kota bahkan luar negeri.
"Sejak semalam, saya lihat ada banyak yang dari luar negeri datang. Ada dari Malaysia, Singapura dan Australia," sebut Tan Tjong Boe. Ia mengatakan, warga yang datang untuk bersembahyang biasanya masih akan datang hingga hari ke-15 atau biaa disebut Cap Go Meh.
Harapannya, pada tahun Naga ini akan dipenuhi hal-hal positif yang akan membawa keberuntungan yang luar biasa. Kerukunan antar umat beragama dan antar etnis pun diharapkan dapat terus terjaga.
(tya/bbn)










































