Hal itu diungkapkan Sekda Jabar Lex Laksamana saat memberikan sambutannya dalam acara Sosialisasi Kesiapan Jabar Menuju Universal Coverage Insurance Melalui KTP Berasuransi Kesehatan Serta Pencanangan dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Jamkesmas di Hotel Savoy Homann Jalan Asia Afrika, Rabu (28/12/2011).
"Saat ini baru 54,3 persen penduduk Jabar yang tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan, 24,87 persen di antaranya dijamin oleh jamkesmas dan sisanya menjadi peserta jaminan kesehatan lainnya seperti jamsostek, askes dan lainnya," ujar Lex.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang belum memiliki jaminan kesehatan itu kebanyakan adalah kelompok masyarakat yang rentan miskin kalau kena sakit sedikit saja," katanya.
Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar menyebutkan pihaknya akan meluncurkan program KTP Berasuransi, yaitu program pelayanan kesehatan di mana masyarakat akan terintegrasi dalam suatu sistem di mana KTP menjadi akses utama.
"Sama seperti pelayanan yang ada saat ini, namun dengan KTP Berasuransi ini di kita ingin ada kepastian jumlah populasi yang harus dijamin. Selain itu untuk melihat jenjang usia, jenis penyakit dan lama sakit. Nanti kan seluruhnya hanya akan memiliki 1 KTP," tutur Alma.
Ia mengatakan, KTP berasuransi ini saat ini sedang dalam proses mempersiapkan sarana dan prasarana. Nantinya, penduduk yang mampu akan membayar iuran dalam jumlah tertentu sementara mereka yang tidak mampu akan disubsidi.
"Bagi yang mampu, diharapkan bisa mendapatkan jaminan kesehatan dengan mengeluarkan iur biaya sehingga bisa memberikan subsidi bagi masyarakat lainnya," jelasnya.
(tya/ern)










































