"Dia (satpam) kami pastikan tetap bertugas seperti biasa. Tidak ada sanksi. Karena saat itu, petugas sekuritu sudah bertugas sesuai fungsinya untuk mengecek dan memberikan rasa aman," terang Director PR and Communications Group Bird Management (Apartemen Galeri Ciumbuleuit) Ossie Himawan, saat dikonfirmasi wartawan di Galeri Ciumbuleuit, Jalan Ciumbuleuit, Senin (12/11/2011).
Ia menambahkan, pihaknya siap memberikan advokasi terhadap Sunarya jika memang kejadian itu berlanjut ke jalur hukum. Sebelumnya, pihak keluarga Mega sudah melaporkan dugaan penganiyaan yang dilakukan Sunarya kepada polrestabes Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu dihubungi terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Endang Sri Wahyu Utami mengaku belum mengetahui persis kasus ini. "Petugas yang menerima laporannya sedang bebas dinas. Nanti besok saja ya," ujarnya.
Dalam berita sebelumnya, Mega beraksi ala suster ngesot untuk menakuti temannya yang sedang berulang tahun bernama Fitra, Sabtu dini hari (10/12/2011). Mereka menginap di Apartemen Galeri Ciumbuleuit Mega dan empat temannya menunggu Fitra dan 3 teman lainnya yang sedang makan. Usai makan, mereka pun naik ke kamar melalui lift. Mega pun menunggu sendiri di depan lift sambil berpose ala suster ngesot sementara empat teman lainnya menunggu.
Di dalam lift, tak hanya Fitra dan 3 temannya saja, ada juga satpam dan seorang pegawai Apartemen Galeri Ciumbeluit lainnya. Ketika pintu terbuka, tiba-tiba satpam yang posisinya di bagian belakang penumpang lift langsung maju dan menendang Mega hingga harus dibawa ke rumah sakit.
Tidak terima dengan tindakan satpam, orangtua Mega yang mengaku pengusaha batubara di Kalimantan itu melaporkan satpam ke polisi dengan aduan penganiayaan.
(bbp/ern)










































