Hal itulah yang mendasari kegiatan Green Festival bertajuk 'Gaya Hidupku untuk Bumi' yang digelar di Bandung mulai 24-26 November 2011 di Monumen Perjuangan, Jalan Dipatiukur, Bandung.
Menurut Ketua Pelaksana Green Festival 2011 Nugroho F Yudho, saat ini bumi menghadapi permasalahan lingkungan hidup yang cukup pelik. Hal ini berujung pada perubahan pola iklim yang tidak menentu serta kondisi bumi yang semakin panas. Langkah penyadaran pun perlu dibangun sejak awal dan sejak dini agar kelestarian lingkungan hidup dapat terus terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Green Festival 2011 ini menampilkan fakta-fakta tentang pemanasan global dan solusi yang disampaikan dengan cara sederhana dan menyenangkan tetapi edukatif sehingga bisa dilakuka oleh masyarakat awam dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Green Festival 2011 ini terdiri dari pameran berupa tunnel yang dibagi dalam beberapa zona. Zona tersebut akan mengungkap fakta-fakta penyebab dan akibat dari pemanasan global, yaitu zona iklim (dingin, polusi, dan panas), zona energi, zona pohon, zona sampah, zona transportasi, dan zona air.
Zona iklim berisi pengenalan tentang dampak global warming terhadap bumi yang berisi beberapa sub zona dingin, polusi, dan panas. Zona energi bercerita mengenai efisiensi energi melalui kebiasaan hidup sehari-haru juga mengenai masalah gas rumah kaca yang dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil untuk penggunaan listrik domestik.
Sementara itu, di zona transportasi antara lain diceritakan betapa emisi dari kendaraan merupakan penyumbang gas rumah kaca paling besar di Indonesia.
Di Zona pohon antara lain berisi ajakan kepada masyarakat agar lebih banyak menanam pohon dan menjadikan replant sebagai bagian gaya hidup.
Serta zona-zona lain yang meberikan banyak pengetahuan tentang lingkungan. Acara ini dihadiri juga oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Kepala BPLHD Jabar Setyawan Wangsaatmaja, serta dimeriahkan oleh komunitas-komunitas.
(avi/ern)











































