Linop, Bayi Surili Belum Bisa Dilihat Pengunjung Bonbin

Linop, Bayi Surili Belum Bisa Dilihat Pengunjung Bonbin

- detikNews
Sabtu, 12 Nov 2011 10:51 WIB
Linop, Bayi Surili Belum Bisa Dilihat Pengunjung Bonbin
Bandung - Meski memiliki koleksi Surili baru yang dilahirkan pada 5 November 2011 lalu, pengunjung Kebon Binatang Bandung masih belum bisa melihatnya. Surili yang diberi nama Linop itu masih hars mendapatkan perawatan dari petugas. Linop baru bisa disimpan di kandang dan diihat pengunjung saat usianya 6 bulan.

Dokter hewan Kebon Binatang Bandung Evi Sofianti mengatakan, saat ini kondisi Linop baik, namun asupan makanannya masih bergantung pada petugas.

"Kondisi Linop baik. Dia masih kita rawat di ruang perawatan karena masih bayi. BLinop baru bisa dilihat oleh pengunjung pada saat usianya 6 bulan," ujar Evi saat dihubungi detikbandung via telepon selulernya, Sabtu (12/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, paling cepat Linop bisa ditaruh di kandang seperti Surili lainnya pada usia 4 bulan. Itu pun jika Linop sudah tidak lagi tergantung pada perawat.

"Tunggu Linop kuat dan tidak tergantung perawat lagi," katanya.

Sejak lahir hingga saat ini, Linop hanya mendapat asupan makanan berupa susu formula yang diberikan dalam botol susu seperti bayi manusia. "Sama seperti manusia, bayi Surili sampai sekitar 6 bulan hanya diberikan susu. Lalu nanti pelan-pelan diberikan buah dan makanan untuk surili dewasa," tutur Evi.

Dalam berita sebelumnya, seekor Surili jantan yang diberi nama Linop lahir di Kebun Binatang Bandung, pada Sabtu (5/11/2011) lalu. Pemberian nama Linop sesuai dengan singkatan tanggal lahirnya Lima November.

Induk Linop yaitu Warsih dan Karim yang merupakan dua dari tiga koleksi Surili di Kebun Binatang Bandung. Seekor Surili betina lainnya, Piyik, saat ini juga tengah hamil. Saat ini berarti Kebun Binatang Bandung memiliki 4 Surili, 2 jantan, 2 betina.

(tya/tya)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini