Drago sendiri menyarankan kompetisi musim depan digelar dua wilayah dengan jumlah peserta tiap wilayah masing-masing 12 klub atau total 24 klub. Itu dianggap sebagai langkah terbaik dibanding terus memperpanjang masalah yang ada.
Ia heran dengan dua kubu yang ada, di mana masing-masing merasa dirinya paling baik dan paling benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika nantinya Indonesia dihukum FIFA, ia khawatir Indonesia tidak bisa berkiprah di ajang internasional. "Kalau Indonesia dihukum, lalu sepakbola kita untuk apa," tegas Drago.
Makanya, ia menyarankan kompetisi digelar dua wilayah agar semua klub terwadahi. Namun, ia mengembalikan semuanya ke PSSI dan klub.
"Kalau 24 klub dipaksakan main (satu wilayah), kita akan memainkan pertandingan dengan jadwal yang sangat padat," tandas Drago.
(ors/ern)











































