"Ke depannya Baksil tak hanya dilestarikan sebagai hutan kota saja, tapi bisa difungsikan sebagai sarana belajar masyarakat mengenai keragaman flora dan fauna," ucap Ridwan disela kegiatan bersih-bersih serta pelepasan belasan burung dan tupai di Baksil, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu (18/9/2011).
Kegiatan bebersih tersebut merupakan wujud dukungan warga Bandung yang diwakili sejumlah komunitas menyambut deklarasi Baksil sebagai Hutan Kota Dunia dalam rangkaian agenda Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment 2011. Acara berskala internasional itu bakal digelar di Gedung Sabuga, Kota Bandung, pada pada 27 September 2011 hingga 1 Oktober 2011 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadikan Baksil ini sebagai hutan kota dan ruang terbuka hijau yang nantinya salah satu tempat rekreasi masyarakat. Maka perlu di didesain sebaik mungkin agar masyarakat nyaman berada di Baksil. Contohnya, Baksil ini mesti bersih dan tempatnya higienis," papar Ridwan.
Lebih lanjut Ridwan menuturkan, dalam acara Tunza International Children & Youth Confrence On the Environment nanti, para peserta akan menanam pohon di area Baksil ini.
(bbn/avi)










































