"Jadi bukan dilatih ala militer, memangnya mau jadi Kopassus. Kalau dilatih seperti itu kapan main bolanya," kata Zainuri dalam konferensi pers di Kantor PT PBB, Jalan Sulanjana, Senin (12/9/2011) malam.
Zainuri mengaku perlu meluruskan pemberitaan yang sebelumnya diungkapkan Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono. "Ini perlu diluruskan karena khawatir terjadi salah persepsi," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biar bagus pemain konsentrasinya. Nanti pemain bangun pagi, latihan, sorenya latihan lagi. Setelah latihan mereka tidak boleh pulang. Kalau sabtu-minggu boleh mereka pulang," jelasnya.
Dengan ditempatkan di satu lokasi, ia berharap pemain lebih kompak satu sama lain. Sementara soal fasilitas di tempat militer, hal itu bukan masalah berarti.
"Mereka hanya dipool (ditempatkan - red) di satu asrama. Daripada nanti jauh-jauh ke Cirebon seperti musim lalu, mending di sana. Nanti misalnya soal tempat tidur, biar mereka merasakan apa adanya," papar Zainuri.
Namun, hal itu tentu mesti dilakukan setelah mendapat restu dari pelatih Drago Mamic. Jika Drago tidak setuju, maka hal itu tidak akan dilakukan.
"Kalau disetujui pelatih, kita jalan," tandasnya. Ia menambahkan, rencananya tempat pemusatan latihan Persib bakal digelar di Secapa TNI AD sebelum kompetisi bergulir.
(ors/ern)











































