Ubi Cilembu Masih Laris Diburu Pemudik

Ubi Cilembu Masih Laris Diburu Pemudik

- detikNews
Senin, 29 Agu 2011 15:01 WIB
Ubi Cilembu Masih Laris Diburu Pemudik
Bandung - Selain kerupuk jumbo yang laris manis, penjual makanan oleh-oleh di kawasan Nagreg punya makanan yang dijagokan. Makanan itu yakni hui atau ubi Cilembu. Saat arus mudik ini, ubi Cilembu jadi salah satu makanan yang banyak diburu pembeli.

Ubi Cilembu yang dijual tergantung keinginan pembeli. Biasanya, penjual menawarkan ubi Cilembu yang sudah dioven atau belum.

"Kalau ubi, juaranya ya ubi Cilembu, makanya banyak yang cari," kata Tika (20), salah seorang penjual oleh-oleh di kawasan Nagreg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari, rata-rata Tika mampu menjual sekitar 20 kilogram ubi Cilembu baik mentah ataupun yang sudah dioven. Harganya pun berbeda, untuk yang sudah dioven dijual di kisaran Rp 15 ribu, sementara yang belum dioven di kisaran Rp 10 ribu.

Saat arus mudik dan balik lebaran, Tika mengaku biasanya dapat untuk berlipat. Bahkan dalam arus mudik ini ia mampu menjual hingga setengah ton.

"Bisa sampai setengah ton malah kalau pas arus mudik atau balik mah," ungkapnya sambil tersenyum.

Menurutnya, ubi Cilembu sendiri bisa disajikan dan dimasak dengan beragam cara. Mulai dari dibakar, dikukus, hingga yang paling terkenal yakni dioven.

"Tapi kalau yang beli biasanya lebih suka yang sudah dioven. Enggak usah ribet, pembeli tinggal makan saja. Kalau dioven sendiri, itu butuh waktu tiga jam," jelas Tika.

Jadi bagi anda yang ingin membawa oleh-oleh untuk sanak saudara di kampung halaman, anda bisa membelinya di sekitar Nagreg. Selain ubi Cilembu dan kerupuk jumbo, ada banyak makanan lainnya yang dijual di sana seperti borondong dan peuyeum.


(ors/avi)



Berita Terkait