Kebijakan Dana Kesehatan Belum Mengarah Pada Pencegahan

Kebijakan Dana Kesehatan Belum Mengarah Pada Pencegahan

- detikNews
Rabu, 17 Agu 2011 08:10 WIB
Bandung - Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Syarif Bastaman menilai kebijakan dana kesehatan di APBN belum terlalu berpihak pada rakyat. Harusnya, kebijakan anggaran untuk kesehatan juga difokuskan untuk pencegahan penyakit.

Hal itu terlihat dari adanya fakta masih ada bayi gizi buruk di Indonesia. Salah satunya Keyza Yulianti (4), bayi gizi buruk asal Braga, Kota Bandung.

"Alokasi dana kesehatan di APBN harusnya ditambah, tapi fokusnya bukan hanya sarana dan prasarana fisik. Yang paling penting pencegahan di usia dini, khususnya masalah gizi agar tidak terjadi hal seperti ini," ujar anggota Komisi VI Itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikemukakan Syarif kepada wartawan usai menjenguk Keyza di kediamannya, Jalan Braga Gang Afandi Kelurahan Braga Kecamatan Sumur Bandung, Selasa (16/8/2011).

Secara akademis maupun teknis, Syarif mengaku tidak terlalu mendalami soal dana kesehatan. Namun, fakta di lapangan masih ditemui bayi gizi buruk.

"Ada beberapa kasus seperti ini seperti di Tasikmalaya dan Garut misalnya. Ini menunjukkan kebijakan di bidang kesehatan tidak bertumpu pada orientasi pencegahan di usia dini," jelasnya.

Menurutnya, selama ini politik anggaran di APBN lebih fokus pada pembangunan fisik seperti pembangunan rumah sakit dan pengadaan alat-alat kedokteran.

"Kenapa? Karena itu yang bisa dijadikan proyek. Sebab kalau usaha penyuluhan untuk mengubah cara hidup masyarakat memang (dipandang) tidak menarik (untuk proyek)," tandas Syari

(ors/ern)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini