"Festival ini tidak hanya sebuah hiburan semata. Tapi bagaimana menciptakan hubungan harmoni dan interaktif antara publik, karya seni, dan budaya lokal Jabar di antara keragamanbudaya Indonesia dan dunia," kata Kadisparbud Jabar Herdiwan dalam konferensi pers di Kantor Disparbud Jabar, Jalan RE Martadinata, Jumat (1/7/2011).
Tema yang diambil untuk tahun ini adalah 'Perbedaan dan Keberagaman Adalah Suatu Keindahan'. "Melalui tema ini diharapkan publik mendapat pengalaman budaya yang unik," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara musisi nasional yang akan memeriahkan festival itu di antaranya Balawan & Batuan Ethnic Fusion (Bali), Bandanaira (Jakarta), Maribeth & Band (Jakarta/Manila), serta Dwiki Darmawan & WPE (Jakarta).
Dari lokal Jabar, mereka yang akan tampil di antaranya Saung Angklung Udjo, Nawawi Ensamble, Samba Sunda Junior, Hendarso (Asep Darso), dan Bungsu Bandung.
Selain musik, event itu juga menampilkan ragam kesenian lokal khas daerah Jabar, di antaranya Gotong Singa dan Gendjring Ronyok (Kabupaten Subang), Seni Kuda Tanji (Kota Bandung), dan Badogar (Kabupaten Garut).
"Nanti akan ada music performance, helaran, workshop dan seminar, foto dan lain-lain. Mudah-mudahan festival ini jadi ruang pertemuan budaya di antara keberagaman dan perbedaan seni musik serta budaya lokal sehingga memberi pengetahuan dan pengalaman estetika," tutur Herdiwan.
(ors/ern)











































