"Kualitas udara di Bandung masih layak. Sehingga tidak memengaruhi kesehatan," ujar Rekotomo saat dijumpai usai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Babakan Siliwangi, Kamis (16/6/2011).
Tercemarnya udara selama ini, sambung dia, disebabkan polusi kendaraan bermotor. Wilayah yang terkena polusi udara contohnya kawasan terminal serta daerah yang padat dilintasi kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPLHD Bandung mengajak pihak melakukan gerakan penanaman pohon di sekitar terminal dan melakukan uji emisi pada kendaraan umum. Hadirnya Car Free Day (CFD) di Kota Bandung saat ini diakui turut merefresh atau menyegarkan kembali lingkungan.
Ditanya soal tingkat kebisingan di Kota Bandung, Rekotomo menyatakan kondisinya sudah tidak normal dalam kurun lima tahun terakhir. Dari 16 titik yang diukur di wilayah Bandung di antaranya terminal, diketahui tingkat kebisingan berada di atas ambang batas.
"Kalau normal itu dibawah 60 desibel. Kalau saat ini di Bandung kondisinya 60 desibel atau sudah berada di atas ambang batas atau baku mutu," tutup Rekotomo.
(bbp/ern)











































