Diduga wanita tua itu kaget mendengar suara petir, karena tidak terlihat tanda-tanda dia tersambar petir. Dua minggu terakhir ini, Daryati yang saat meninggal mengenakan kebaya krem dan rok sarung selalu menginap di stasiun.
Dini (22), pedagang di di stasiun Ciroyom, Daryati terlihat turun dari kereta api dari arah Kiaracondong sekitar pukul 16.30 WIB. "Kalau malam tidur di sini, kalau siang tidak tahu kemana," ujar Dini. Daryati selama ini dikenal sebagai pengemis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya langsung tidurkan dia di kursi. Tapi kok enggak bangun-bangun dan tidak bergerak salam sekali," ujarnya.
Mengetahui Daryati telah meninggal, warga pun langsung menghubungi polisi. Mayat Daryati ditutupi sarung. Ditemukan baju, obat Oskadonn dan KTP di kantong kresek yang ia bawa.
(ern/ern)











































