Kejadian itu pertama kali diketahui tetangga korban yakni Dadang (52), sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (26/4/2011). "Saat itu ada tetangga lain yang mau membeli air. Karena dipangil tak menjawab, saya langsung mengucurkain air dari sumur rumah korban," ujarnya di lokasi kejadian.
Dadang lalu mencoba masuk ke dalam rumah Uu untuk mengasih kabar kalau air sudah dikucurkan. Tapi Uu tetap tidak ada. "Saya lalau mengecek ke dapur. Saat saya buka pintunya, Pa Uu sudah meninggal gantung diri," terang Dadang sambil menambahkan kalau Uu selama ini tinggal bersama istrinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolsek Antapani Kompol Binsan Simarangkir mengatakan kalau korban murni bunuh diri. "Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Tadi kondisinya lidah menjulur dan air mani keluar," ujar Binsan.
Ia menjelaskan, diduga korban frustasi dengan bisnis yang dijalaninya. Berdasarkan keterangan empat anak korban, sambung dia, akhir-akhir ini air sumur di rumah Uu sudah tidak bersih lagi.
"Mata pencaharian almarhum memang jualan air. Korban pernah mengeluh pada anaknya kalau air sumur akhir-akhir ini kotor. Diduga korban frustasi, lalu gantung diri menggunakan tali rapia," kata Binsan.
(bbp/ern)










































