"Keberadaan mereka wajar saja karena namanya juga cari uang. Tapi harus ada area khusus. Jangan sampai wisatawan merasa tidak nyaman," Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jabar, Budi Triyono, di Sekretariat HPI Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Senin (28/3/2011).
Selain itu, sambung Budi, wisatawan juga merasa resah dengan maraknya pengamen dan pedagang asongan yang masuk ke dalam bus pariwisata. Menurut Budi, situasi tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun ke belakang.
"Sekitar tiga tahun lalu mereka mulai masuk bus. Dulu-dulu tidak ada," keluh Budi
Ia menuturkan, keluhan-keluhan wisatawan terkait hal tersebut sudah sering disampaikan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung. Namun, hingga kini belum ada langkah atau solusinya.
"Disbudpar tidak mampu menangani ini semua. Dan semua elemen harus terlibat misalnya Dinsos untuk masalah sosialnya, Dishub untuk segala urusan lalu lintas, dan lain-lain," kata Budi.
(orb/bbp)











































