Entah apa yang mendasari perubahan nama tersebut. Yang pasti di album keduanya Themilo mencoba membuat warna baru dalam setiap lagu yang disuguhkan.
Di album kedua ini juga Themilo digandeng dua label, masih menggunakan label Sadsonic Labs dan dibantu pendistribusiannya oleh Demajors.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya lagu berlirik bahasa Indonesia pada album ini adalah 'Daun dan Ranting Menuju Surga'.
"Kenapa dipilih daun ranting? Kita sudah mengadakan sebuah riset pada lagu ini. kayaknya 'Daun dan Ranting Menuju Surga' ini yang paling pas," ujar Ajie.
Diakui Ajie, memag jarang Themilo menggunakan bahasa Indonesia di lagu-lagunya. "Biar sekalian bikin geger. Menawarkan sesuatu yang berbeda dari Themilo. Karena album ini album kedewasaan Themilo," ujar Ajie.
Dua warna vokal perempuan pun menghiasi album Themilo kali ini. Menurut Themilo, mereka memang senang bekerjasama, khususnya mengajak vokalis lain untuk berduet.
"Kita senang bekerjasama. Jadi kita coba untuk berangkat bareng-bareng, naik juga bareng-bareng," terang Ajie.
Kedua vokalis perempuan tersebut yakni Maradilla Syahridar di lagu 'For All The Dreams That Wings Could Fly' dan Grace Sahertian pada lagu 'Apart'.
Themilo pun berharap album keduanya ini diterima masyarakat Perjalanannya lancar tidak mengalami kendala lagi, semakin mendunia dan semakin banyak Guardian Angelnya (sebutan untuk fans Themilo).
(avi/bbp)










































