"Saya melihat, Eep ini sudah tidak kooperatif bahkan melawan. Eep ini bukan lari, kalau lari kan ya saya buru. Tapi yang perlu diketahui, kami tidak takut
dilawan, tapi yang saya khawatirkan adalah benturan fisik masyarakat yang tidak tahu apa-apa," ujar Sugianto pada wartawan di Kantor kejati Jabar, jalan LRE Martadinata, Selasa (15/3/2011).
Ia mengatakan, selama ini berhembus kabar yang seolah-olah membuat kasus ini diperkarakan oleh Kejati karena adanya urusan politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tentang itu. Lagipula jaksa yang dimaksud itu sudah pindah keluar Jawa," katanya.
Menurutnya, Kejati tidak akan mungkin melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus hanya untuk kepentingan politik. "Kalau tidak punya alat bukti yang cukup dan kuat, kita tidak akan main-main. Ada alasan kenapa kita memperkarakan Eep, itu nanti kita beberkan di pengadilan," tuturnya.
(tya/ern)










































