Insiden itu terjadi Selasa (22/2/2011) sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Ojo yang merupakan penjual cuankie baru pulang usai berjualan. Begitu sampai ke rumah kontrakannya, Ojo langsung membuka pintu dan masuk ke dalam rumah.
Diduga tabung gas yang berada di dalam rumah bocor, langsung terdengar suara ledakan. Hal itu lantaran Ojo membawa tanggungannya ke dalam rumah dan langsung
menutup pintu. Kebetulan, tanggungan yang dibawa Ojo terdapat kompor yang masih menyala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetangga pada kaget dan langsung berusaha memadamkan api dengan cara menyiramnya. Kebetulan di dekat kontrakan yang dihuni Pak Ojo ada sumur. Ada sekitar tiga orang yang menolong," kata Ibong (44), tetangga korban, saat ditemui di RSUD Soreang, Rabu (23/2/2011) dini hari.
Setelah api di pakaian yang dikenakan Ojo padam, warga langsung membawanya ke RSUD Soreang menggunakan sepeda motor. Kebetulan, jarak antara tempat kejadian dan RSUD Soreang hanya berjarak sekitar 200 meter.
Pantauan detikbandung, Ojo masih terkulai lemah di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soreang. Hampir setengah bagian tubuhnya, tepatnya dari perut hingga kepala dibalut perban. Ia pun belum bisa diajak berkomunikasi. Bahkan, sebagian kepala, wajah, dan lengan korban juga ditutup perban.
Sementara dalam kejadian itu, kata Ibong, tidak ada korban lain. Sebab, tiga penghuni kontrakan yang tinggal bersama Ojo saat kejadian belum pulang. Mereka
berempat merupakan saudara yang semuanya penjual cuankie.
"Yang lainnya belum pada pulang jualan. Jadi cuma Pak Ojo saja yang jadi korban," ungkapnya.
Ibong menambahkan, beberapa saat usai kejadian, warga berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Polsek Soreang. Polisi pun sempat datang ke lokasi dan membawa
tabung gas yang diduga jadi sumber ledakan. (ors/ern)










































