"Saya tegaskan, API tidak punya masalah dengan ormas PP sejak sidang Ariel dilaksanakan di PN Bandung. Kami juga menyanyangkan aksi perusakan mobil PP yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang hingga kini belum diketahui apakah dari massa API atau bukan," jelas Koordinator API, Asep Sayrifudin.
Asep mengungkapkan hal tersebut saat dihubungi detikbandung via ponsel, Rabu (2/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di luar waktu itu merupakan tanggung jawab pimpinan masing-masing ormas. Tapi saat ini, pimpinan ormas Islam sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apakah ada anggotanya yang terlibat perusakan mobil PP," ujar Asep.
Dari 26 elemen atau ormas Islam yang gabung API antara lain Corps Mubaligh Bandung (CMB), Gerakan Reformis Islam (Garis), Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Gerakan Anti Maksiat (Geram) dan Bandung Maksiat Watch (BMW).
Asep meminta semua pihak bisa menenangkan diri dan menjernihkan suasana. "Tidak menutup kemungkinan, aksi perusakan mobil PP itu disusupi oleh provokator. Yang terpenting saat ini, semua pihak harus tetap menjaga kondusfitas di Kota Bandung," ujarnya.
Ia menambahkan, bila PP Jabar memang menduga adanya oknum dari kelompak massa perusak atribut PP, maka sebaiknya segera diselesaikan masalahnya. "Kalau perlu kelompok massa yang disinyalir oleh PP sebagai pelaku perusakan dipertemukan melalui mediasi pihak polisi. Sehingga nanti ada solusi terbaik," papar Asep.
Ia menjelaskan, bila memang dari hasil investigasi ternyata diketahui anggota dari ormas Islam yang gabung API terlibat perusakan, maka disarankan pihak bertikai menyelesaikannya secara musyawarah.
"Kalau tidak bisa, maka kami mengikuti prosedur hukum yang berlaku," ungkapnya.
(bbn/avi)











































