Massa API Mengaku Tak Miliki Konflik dengan PP

Demo Ariel Rusuh

Massa API Mengaku Tak Miliki Konflik dengan PP

- detikNews
Rabu, 02 Feb 2011 15:18 WIB
Massa API Mengaku Tak Miliki Konflik dengan PP
Bandung - Sejak sidang Ariel digelar di PN Bandung, massa Aliansi Pergerakan Islam (API) rajin berunjuk rasa menyuarakan antipornografi. Selama aksi itu pula, pihak API tak pernah memiliki konflik dengan ormas Pemuda Pancasila (PP) Jabar.

"Saya tegaskan, API tidak punya masalah dengan ormas PP sejak sidang Ariel dilaksanakan di PN Bandung. Kami juga menyanyangkan aksi perusakan mobil PP yang dilakukan oleh sejumlah oknum yang hingga kini belum diketahui apakah dari massa API atau bukan," jelas Koordinator API, Asep Sayrifudin.

Asep mengungkapkan hal tersebut saat dihubungi detikbandung via ponsel, Rabu (2/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Asep, API menaungi 26 organisasi Islam yang berada di wilayah kabupaten dan kota di Jabar. Perwakilan elemen masing-masing organisasi memang hadir saat sidang vonis Ariel di PN Bandung pada Senin (31/1/2011). Mereka hadir mengikuti tabligh akbar dan berunjuk rasa menyuarakan antipornografi di depan PN Bandung, Jalan LRE Martadinata, dengan jadwal kegiatan pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

"Di luar waktu itu merupakan tanggung jawab pimpinan masing-masing ormas. Tapi saat ini, pimpinan ormas Islam sedang melakukan investigasi untuk mengetahui apakah ada anggotanya yang terlibat perusakan mobil PP," ujar Asep.

Dari 26 elemen atau ormas Islam yang gabung API antara lain Corps Mubaligh Bandung (CMB), Gerakan Reformis Islam (Garis), Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI), Gerakan Anti Maksiat (Geram) dan Bandung Maksiat Watch (BMW).

Asep meminta semua pihak bisa menenangkan diri dan menjernihkan suasana. "Tidak menutup kemungkinan, aksi perusakan mobil PP itu disusupi oleh provokator. Yang terpenting saat ini, semua pihak harus tetap menjaga kondusfitas di Kota Bandung," ujarnya.

Ia menambahkan, bila PP Jabar memang menduga adanya oknum dari kelompak massa perusak atribut PP, maka sebaiknya segera diselesaikan masalahnya. "Kalau perlu kelompok massa yang disinyalir oleh PP sebagai pelaku perusakan dipertemukan melalui mediasi pihak polisi. Sehingga nanti ada solusi terbaik," papar Asep.

Ia menjelaskan, bila memang dari hasil investigasi ternyata diketahui anggota dari ormas Islam yang gabung API terlibat perusakan, maka disarankan pihak bertikai menyelesaikannya secara musyawarah.

"Kalau tidak bisa, maka kami mengikuti prosedur hukum yang berlaku," ungkapnya.
(bbn/avi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads