Itulah yang akhirnya Museum KAA bekerjasama dengan Museum Kapuas Raya dan Kabupaten Sintang membuat pameran Sejarah Lambang Negara.
"Pameran ini dibuat atas pertanyaan kita ke publik. Dan ternyata banyak yang tidak tahu tentang Garuda. Makanya kita buat pameran ini," ujar Isman Pasha,
Kepala Museum KAA saat berbincang dengan detikbandung.
Yang ironis, bahkan guru-guru di sekolah pun banyak yang tidak mengetahui siapa pembuat lambang negara. Padahal setiap hari mereka melihat gambar Garuda yang terpasang di depan kelas.
"Para guru di sekolah pun ternyata masih banyak yang bingung dan tak mengetahui. Intrepertasi mungkin bisa berbeda, tapi setidaknya mereka tahu. Kalau malah
jawabnya lupa kan kasihan murid-muridnya," katanya.
Imbasnya bisa terlihat pada calon diplomat. Mereka begitu hebat berbahasa inggris, berdiplomasi dan pengetahuan mancanegara luas. Namun saat ditanya
tentang Garuda, mereka justru tak menguasai.
"Yang lebih parah jika tidak menghayati. Bagaimana mau berdiplomasi keluar. Lambang negaranya saja tidak tahu," katanya.
Karena itu Isman berharap, masyarakat meningkatkan pengetahuannya tentang Garuda dengan mengunjungi pameran Sejarah Lambang Negara RI di Ruang Oval Museum KAA Jalan Braga mulai tanggal 18 Desember hingga 11 Februari mendatang.
(tya/ern)











































