"Berdasarkan laporan dari anak-anak (anggota Moonraker-red) yang malam itu ada di lokasi, bukan seorang yang terluka dari kita, tapi dua orang. Dia (Sopi-red) maju untuk membela rekannya yang dibacok," ungkap Masbheth, salah seorang pengurus Moonraker Indonesia saat dihubungi detikbandung melalui ponselnya, Minggu (26/12/2010).
Insiden penusukan tersebut terjadi saat sekitar 100 orang anggota geng motor Moonraker sedang diliput oleh salah satu televisi swasta nasional di gerbang kompleks Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/12/2010) dini hari. Ditengah pengambilan gambar, tiba-tiba datang gerombolan dari XTC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurut Ebeth, demikian pria ini akrab dipanggil, mereka tidak puas sampai disitu saja. Dengan langkah gontai dan membawa senjata tajam, mereka menghampiri anggota Moonraker.
"Tiba-tiba salah satu anggota kami dibacok kepalanya. Dia terluka di bagian kepala sebelah kiri. Tepatnya di belakang telinga. Melihat rekannya dibacok, Sopi langsung maju. Mungkin dia bermaksud membela rekannya. Dia langsung ditusuk oleh mereka yang menyerang," tuturnya.
Sopi pun tewas saat dilarikan ke rumah sakit Cibabat. Ada lebih dari empat luka tusukan di tubuh Sopi. Yakni di bagian perut, pinggang dan pundak. Saat ini jenazah Sopi sudah dibawa ke rumah duka di Kampung Cicocok RT 01 RW 03 Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.
(afz/avi)










































