Egi berkisah kronologi yang dialaminya bersama Fadil. Pada Sabtu (27/11/2010) malam, Egi dan Fadil berkumpul di rumah rekannya, Kevin, di Jalan Samsudin, Kota Bandung.
Saat Minggu (28/11/2010) dini hari, Egi memutuskan untuk pulang ke rumah, Jalan BKR, Kota Bandung, diantar Fadil menggunakan sepeda motor Honda Beat bernopol D 6984 HT milik salah satu rekan mereka yakni Rensta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, kami tidak dipepet. Soalnya mobil itu sudah parkir. Lalu kami diberhentikan dan disuruh turun oleh mereka. Seperti sedang ada razia," kata Egi di RS Cibabat, Kota Cimahi, Minggu (28/11/2010).
Selanjutnya, kata Egi, beberapa pelaku meminta Fadil yang membawa motor untuk memperlihatkan surat-surat kendaraan. Fadil pun memberikan STNK motor tersebut.
Namun begitu, Egi dan Fadil digeledah tubuhnya oleh mereka. "Pakaian kami disuruh dibuka. Mereka ngaku petugas dari Polda. Salah seorang dari mereka menuduh kami anggota geng motor," ungkap Egi yang berambut pendek ini.
Egi dan Fadil terkejut dengan perlakuan para pria tak dikenal yang mengaku polisi itu. Meski sudah mengaku bukan anggota geng motor, para pria ini malah memaksa Egi dan Fadil masuk ke mobil Kijang.
Egi menuturkan, salah seorang pelaku langsung mengambil sepeda motor beserta STNK. Sementara lima lainnya lagi ikut masuk ke mobil.
"Saat di dalam mobil itu kami telanjang dada karena baju diambil. Celana panjang pun disuruh dilepas hingga tersisa celana pendek saja, " papar Egi yang wajahnya lebam-lebam bekas pukulan.
Warga Desa Sariwangi Kecamatan Parongpong dikejutkan oleh temuan dua karung berisi remaja laki-laki yang mukanya memar. Awalnya dikira mayat. Akhirnya setelah menelepon polisi, kedua korban yang tak lain Egi dan Fadil dibawa ke RS Cibabat.
(bbp/ern)










































