Menurut pengamatan Kepala BP3 Judi Wahjudin, temuan prasasti ini sangat menarik. Namun pihaknya mengaku belum bisa menyimpulkan prasasti tersebut dari jaman mana, karena harus melakukan kajian terlebih dahulu.
"Kita belum bisa menyimpulkan, karena harus dilakukan kajian terhadap tulisan analogi, dan bentuk prasastinya," kata Judi di lokasi penemuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tulisannya itu hampir mirip, tapi harus dibandingkan dulu dan dianalogikan dengan temuan-temuan sebelumnya," katanya.
Judi menjelaskan, temuan-temuan di sekitar Sungai Cikapundung juga harus dikaitkan sehingga bisa disimpulkan dari mana batu tersebut berasal.
"Saya menghargai asusmsi dari teman-teman arkeolog yang menyatakan prasasti tersebut berasal dari abad ke-14 tapi salah seorang arkeolog senior UI Hasan Jafar, ia meragukan ini dari abad ke-14. Makanya ini harus dikaji kembali," terangnya.
(avi/avi)










































