"Untuk sementara, kaca jendela yang pecah diganti menggunakan triplek, kardus, dan plastik," ujar Kepala Humas PT KA Daop II Bandung Bambang S Prayitno, kepada detikbandung, di Kantor PT KA Daop II Bandung, Jalan Stasiun, Rabu (6/10/2010).
Dijelaskan Bambang, penambalan dilakukan PT KA Daop VIII Surabaya. Sebab, kereta api Pasundan merupakan milik Daop VIII, di Surabaya. Itu setelah kereta yang membawa rombongan bobotoh tiba di Stasiun Kiaracondong, Senin (4/10/2010), lalu kembali ke Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang mengatakan, dua kereta terakhir juga tak luput dari kerusakan akibat perang batu. Kereta Pasundan mengalami kerusakan kaca, jendela, dan bordes sekitar 90 persen. Di antaranya ada yang pecah, retak, dan bolong.
"Sementara kaca yang pecah atau rusak, kereta Mutiara Selatan dan Argowilis masing-masing sekitar 30 dan 25 buah," ungkapnya.
Perang batu antar bobotoh dengan warga yang berada di pinggir jalur Kereta Api yang melintas di sekitar Kota Solo, terjadi saat perjalanan pulang menuju Bandung Minggu(3/9/2010). hal itu mengakibatkan Kaca KA Ekonomi Passundan, Mutiara Selatan dan Argowilis rusak berat.
(ors/ern)











































