Maman Hilang KTP Saat Operasi Yustisi

Maman Hilang KTP Saat Operasi Yustisi

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2010 13:38 WIB
Bandung - Maman Yusman (57) warga Majalengka kehilangan tanda pengenalnya dalam operasi yustisi di Terminal Cicaheum, Rabu (15/9/2010). KTP miliknya ia serahkan pada petugas menghilang, tanpa diketahui siapa yang mengambil.

Para pendatang yang tiba di Terminal Cicaheum dimintai KTP dilakukan pendataan. Saat akan mengambil KTP yang sebelumnya ada di meja, KTP-nya tersebut hilang.

"Tadi kan pas turun KTP-nya diambil, trus pas saya mau ngambil, KTP-nya sudah tidak ada. Katanya sudah ada yang mengambil," ujar Maman yang mengaku akan menengok cucunya di Sukajadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kasie pengawasan dan Yustisi Disdukcapil Taspen Efendi, KTP milik maman kemungkinan tertukar dengan warga lain yang datang bersamanya dari Majalengka.

"Tadi kata petugas, sudah ada yang mengambil, katanya sama dia saja diambilkan sekalian. Ternyata mungkin tertukar," tutur Taspen.

Namun dari pengakuan Maman, dia datang ke Bandung sendiri dan tidak datang bersama kerabat yang lain. "Saya nanti bagaimana ini kalau ada operasi lagi. Hanya ini, hanya tinggal KTP lama. Punya saya diambil sama siapa, soalnya saya ke sini sendiri tidak dengan sodara atau anak saja. Saya mau nengok cucu di Sukajadi," katanya.

Disdukcapil berjanji akan mengurus kehilangan KTP milik Maman. Jika nanti KTP-nya ditemukan, mereka akan memeberitahukan Maman melalui alamat di Sukajadi.

Sementara itu, sejak operasi dimulai pukul 12.00 WIB hingga pukul 12.30 ada sekitar 100 pendatang yang terjaring operasi ini.

"Kebanyakan dari mereka yang mau cari pekerjaan, sudah ada pekerjaan tapi mereka tidak punya KTP," ujar Nanny salah satu petugas Disdukcapil.

Salah seorang warga yang terjaring salah satunya Barnas (17). Ia mengaku datang pertama kali ke Bandung untuk mencari kerja sebagai tukang jahit.

"Ini baru pertama kali saya ke Bandung. Saya lulusan SMP mau kerja menjahit. Dikasih kerjaan sama paman," ujar Barnas yang berasal dari Desa Ciodeng Kecematan Taraju Tasikmalaya.

Barnas datang ke Bandung bersama adiknya, Barid (14). "Kalau adik saya mau main saja, nanti juga pulang lagi," katanya.

Hingga saat ini operasi masih berlangsung dengan dibantu sejumlah petugas Satpol PP. Para pendatang diberikan informasi utnuk membuat Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) di kantor kelurahan.
(tya/ern)


Berita Terkait