Mereka rata-rata datang ke pengungsian sejak Rabu (8/9/2010) malam saat banjir pertama kali menyerang kawasan langganan banjir tersebut.
"Ada sekitar 20 KK yang ngungsi di sini. Kebanyakan datang sejak rabu malam, termasuk ibu," kata Anah (52), saat ditemui di pengungsian.
Hingga hari ini, ia mengaku baru datang satu kali bantuan nasi bungkus saat Kamis (9/9/2010) malam. Bantuan itu datang dari salah seorang Calon Bupati Bandung.
"Belum ada bantuan sampai sekarang. Ya, warga yang ngungsi di sini hidup seadanya aja. Apalagi sekarang Lebaran, pasrah saja," ungkapnya.
Sementara pantauan detikbandung, Gedung Juang dan Kantor Kelurahan Baleendah belum digunakan sebagai tempat pengungsian.
Biasanya, dua gedung tersebut dan Kantor DPC PDIP selalu digunakan sebagai tempat mengungsi warga Cieunteung jika terjadi banjir.
Banjir kembali melanda Cieunteung dua hari menjelang lebaran yakni sejak Selasa (7/9/2010) pukul 19.00 WIB. Sebelumnya Kamis (9/9/2010) warga masih enggan mengungsi dan memilih bertahan di rumah meski banjir masuk ke dalam rumah dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
(ors/avi)











































