Dalam sidak yang dilakukan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung pada 3 tempat usaha pencucian atau laundry yang berada di Jalan Dipati Ukur, diketahui bahwa detergen yang digunakan laundry tersebut adalah detergen abal-abal atau tak dikenal.
Deterjen yang digunakan oleh ketiga laundry yang disidak bukan detergen yang umum beredar, yang tak dilengkapi komposisi bahan sesuai standar.
"Detergen yang digunakan ini tidak dikenal, produknya tidak jelas," ujar kepala BPLH Kota Bandung Ahmad Rekotomo di sela-sela sidak di Jalan Dipati Ukur, Jumat (6/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus Wagianto (23) di salah satu laundry menjelaskan setiap bulan usaha laudry tempatnya bekerja itu dapat menghabiskan 25 kg detergen bubuk. Detergen bubuk yang digunakan itu merknya tidak dikenal yaitu Texa Brite.
"Detergen 25 kg dalam kemasan drum, itu untuk keperluan mencuci hingga 1.800 hingga 2.000 kg pakaian," tuturnya. (tya/ern)











































