Hidran Jebol, Koridor RSHS Kebanjiran

Simulasi Kebakaran

Hidran Jebol, Koridor RSHS Kebanjiran

- detikNews
Jumat, 06 Agu 2010 17:16 WIB
Hidran Jebol, Koridor RSHS Kebanjiran
Bandung - Suasana RS Hasan Sadikin di bagian Ruang Jiwa dan Neurologi, Jumat (6/8/2010), heboh ketika tiba-tiba seorang petugas security membawa alat pemadam api ringan (APAR). Suasana makin ramai ketika puluhan dokter dan perawat mengevakuasi pasien dari lantai 3 Gedung Neorologi.

Para dokter dan pasien itu ada yang menggendong pasien dan juga membawa pasien dengan blangkar. Suasana terlihat kacau karena tak ada satupun yang mengatur.

Sementara di luar gedung, beberapa security lainnya sibuk menyambung selang hidran. Kemudian menyemprotkan air ke arah gedung Neorologi. Namun, air tak keluar, karena ternyata selangnya sobek. Kemudian diganti baru lagi. Setelah itu, kembali petugas menyemprotkan air ke arah gedung dan lagi-lagi selang bocor karena sambungannya terlepas. Tak cukup di sini, setelah kembali dipasang, selang hidran pun kembali jebol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ayal koridor rumah sakit menjadi banjir. Suasana makin kacau karena tak ada pegawai yang mengatur keadaan. Selang 13 menit kemudian, 1 unit mobil damkar datang dan langsung mengambil alih situasi.

Untunglah kondisi tersebut hanya simulasi kebakaran yang digelar RSHS dan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung. "Kita mengadakan simulasi ini agar tiap pegawai mengerti fungsinya masing-masing. Jadi setiap orang harus tahu melakukan apa sesuai tanggung jawabnya masing-masing," ujar Ketua Penanganan Kebakaran RSHS dr Tri Wahyu Murni ditemui usai simulasi di RSHS, Jalan Pasteur, Jumat (6/8/2010).

Terbukti, katanya, dari simulasi tadi, pegawai RSHS banyak yang tak melakukan tugasnya karena grogi. "Tadi juga malah ada yang ngobrol," ujarnya saat evaluasi.

Selain itu, lanjut Tri, diketahui juga jika alat pemadam kebakaran yang ada di RSHS tak berfungsi.

"Alarm kebakaran tak berfungsi. Selain itu selang hidran juga ternyata rusak. Selama ini pengecekan peralatan hanya pandangan mata saja," kata dia.

Lebih lanjut Tri mengatakan seharusnya 1 per 3 atau 1.000 karyawan RSHS paham soal penanganan kebakaran. "Karyawan kita ada 3 ribu," katanya.

Kendala lainnya, lanjut Tri, di bagian tengah RSHS tak ada jalan. Sehingga jika terjadi kebakaran di bagian tengah, mobil damkar akan kesulitan masuk. "Makanya kita harus benar-benar tahu cara penanganannya, jadi tak mengandalkan petugas Damkar," kata Tri.

Di tempat yang sama Kasie Penyuluhan Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Kota Bandung Dedy Dewely menyatakan akses masuk ke RSHS memang sulit karena parkir mobil yang semrawut. "Jika terjadi kebakaran, kita tak akan ragu tabrak mobil biar bisa cepat sampai," tandasnya.
(ern/ern)


Berita Terkait