perempat final Piala Indonesia antara Persib vs Arema, Kamis (22/7/2010).
Di sepanjang jalan menuju stadion seperti Jalan Katapang hingga Soreang, terlihat ratusan bobotoh dengan atribut Persib menggunakan sejumlah kendaraan seperti mobil dan motor.
Mereka mengibar-ngibarkan bendera dan berbagai atribut lainnya. Bahkan, ada di antara bobotoh yang berjalan kaki secara berkelompok kemudian memberhentikan
mobil yang lewat dan minta diantar ke stadion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Riksa Diraga (17), anggota Viking Distrik Katapang mengaku ingin datang langsung ke stadion. "Tanpa penonton bukan berarti tanpa bobotoh," ujarnya saat ditemui di Jalan Katapang, Kamis (22/7/2010).
Ia dan rombongan teman-temannya berharap ada layar lebar yang dipasang di sekitar stadion. Mereka berdalih, laga kali ini bukan partai usiran.
"Kalau partai usiran kan jarak satu kilometer tidak boleh ada bobotoh. Ini kan pertandingan tanpa penonton," kilahnya.
Hal yang sama dikatakan anggota Viking Distrik Katapang lainnya, Endru Sandiagi (19). Menurutnya, meski tidak bisa masuk stadion, hal itu tidak menyurutkan
niatnya untuk datang. "Kami ingin memberi dukungan meski tidak di dalam stadion," katanya.
Di stadion, 700 personel kepolisian berjaga-jaga agar bobotoh tidak masuk ke dalam. Bobotoh pun terpaksa diam di luar stadion, bahkan ada yang memilih
pulang.
Mereka yang mencoba masuk pun dicegah polisi. Sementara, layar lebar yang diharapkan bobotoh pun tidak ada di sekitar stadion. Pertandingan antara Persib vs Arema sendiri baru saja dimulai dan disiarkan langsung melalui televisi swasta.
(ors/ern)











































