"Bila beras mengalami kenaikan Rp 1.000, ini sudah diangka klimaks. Sudah seharusnya juga pemerintah terkait untuk segera melakukan operasi pasar," kata Ketua Perjuangan Pedagang Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Jabar, Usep Iskandar Wijaya, saat dihubungi wartawan via ponsel, Selasa (20/7/2010).
Menurut Usep, kenaikan tersebut merata di 38 pasar tradisional yang berada di Bandung. Meski mengalami kenaikan, daya beli konsumen sejauh ini tidak terkendala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usep mengatakan, beras super yang biasanya Rp 6 ribu per kilo, saat ini penjual membanderolnya Rp 7 ribu per kilo. Sementara beras medium yang awalnya Rp 5.200 per kilo, naik menjadi Rp 6 ribu hingga Rp 6.200. Beras standar pun turut naik, bila semula Rp 4.800 per kilo, penjual mematok tarif Rp 5 ribu hingga Rp 5.200 per kilo.
"Kami pedagang, meminta kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah yang setiap tahunnya pasti terjadi. Caranya bisa mendatangi petani ataupun peternak. Kenaikan harga yang bervariasi di sejumlah komoditi, sepertinya menjadi tradisi, apalagi mendekati puasa dan lebaran tahun ini," ujarnya.
Mengenai harga beras, kata Usep, sepertinya akan mengalami kenaikan lagi saat menjelang lebaran. Angka kenaikannya diprediksi bisa mencapai Rp 1.200. "Ini lagi-lagi yang sudah tradisi tiap tahun. Selain itu, spekulan-spekulan kalau menjelang lebaran mulai beraksi. Penimbunan beras pun dilakukan mereka," kata Usep.
(bbp/tya)










































