Hal itu diungkapkan Presiden KM ITB Herry Dharmawan saat ditemui di Sekre KM ITB, di Kampus ITB, Jalan Ganesa, Rabu (19/5/2010).
"Dia nangis saat divonis," tuturnya yang juga hadir dalam sidang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut kata Herry, dalam sidang Komdis Selasa (18/9/2010) kemarin, hadir juga Biro Psikologi ITB yang menyatakan bahwa Zul tidak bisa menyampaikan perasaannya dengan baik.
"Mungkin kecerdasan emosinalnya kurang, padahal IQ-nya di atas rata-rata," terang Herry.
Zul juga terpilih jadi salah satu mahasiwa yang mendapat program Honors di ITB. "Zul bisa meneruskan S2 secara langsung dalam waktu yang singkat," imbuh Herry.
Namun, kata Herry, sanski yang dijatuhkan kepada Zul bisa membatalkan program Honorsnya itu. "Satu semester saja sudah berat apalagi tiga, ini pengaruhi prestasinya," pungkasnya.
(avi/ern)











































