"Saya lihat dia terakhir pas sebelum digelarnya sidang komisi disiplin. Kalau dari luar sih, sikapnya tak jauh berbeda, namun tidak tahu kalau dalamnya ya. Tapi saya menduga sih dia tertekan, apalagi banyak ancaman yang masuk melalui facebook," kata Hadi (23), teman sejurusan Zul di Kimia ITB, kepada detikbandung, di Kampus ITB, Jalan Ganesa, Rabu (19/5/2010).
Hadi menuturkan, facebook milik Zul awalnya tidak aktif privacy setting. "Makanya semua orang bisa masuk dan berikan komentar-komentar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat postingannya di facebook 2 Mei lalu, Zul kini berurusan dengan Komisi Disiplin ITB. Dipastikan oleh pihak rektorat, Zul akan dapat sanksi karena ulahnya itu. Zul sendiri menyatakan minta maaf dan merasa bersalah. Permintaan maafnya pun sebelumnya telah ditulis di facebooknya, sehari setelah postingan yang menggemparkan itu
Sementara ITB menolak bertanggung jawab dan meminta maaf secara terbuka di media massa kepada warga Papua, karena kasus ini murni kesalahan pribadi, tidak melibatkan institusi.
Kemarin, seratusan mahasiswa Papua unjuk rasa ke ITB mendesak pihak kampus memecat Zul. Mereka juga minta ITB minta maaf secara terbuka di media massa. (ern/ern)











































