Pada model NGN, dunia dapat diakses melalui fixed networks seperti PSTN, ISDN, DSL; Mobile Network seperti SMS, WAP, WIFi, WIMax, GSM, GPRS, UMTS, HSDPA; Internet seperti FTP, Email, WWW, Portals, P2P, IM, VoIP, IPTV; Cable Network seperti Broadcast, VoD, iTV dan Home Network seperi content sharing.
Dunia di kavling berdasarkan registrasi cover area (Area Covered Registry) : Area Afrika dengan kode AfriNIC, Asia/Pacific kode APNIC, kawasan Amerika Utara ARIN, Amerika Latin dan Kepulauan Karibia kode LACNIC, dan Eropa, Timur Tengah dan Asia kode RIPE NCC.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan ccTLD, negara-negara di dunia di kavling berdasarkan identifikasi digital seperti .ID untuk Indonesia, .AU untuk Australia, .UK untuk Inggris (United Kingdom) dan lain-lain.
Guna mendukung pengkavlingan tersebut, saat ini ada 13 Server DNS utama diseluruh dunia (root-servers.org) di tambah server DNS yang disediakan berbagai macam provider internet lokal yang ada di setiap negara, semuanya itu saling terhubung dan saling memperbaharui data-data nya masing-masing
Jika di dunia nyata (fisik) setiap negara harus senantiasa menjaga sistem keamanannya dengan persenjataan militer,dan sejenisnya maka tidak demikian halnya dengan dunia maya.
Serangan secara fisik terhadap suatu Negara dapat dilakukan melalui udara, darat dan laut, maka tidak demikan halnya dengan serangan di dunia maya. Negara kita Republik Indonesiapun telah meregulasikan melalui UU ITE No.11 tahun 2008, yang senantiasa antisipatif terhadap Cybercrime tersebut.
Menurut Koordinator Komunitas Keamanan Informasi (KKI) Gildas Deograt Lomy bahwa serangan dunia maya dapat dilakukan melalui hacking, terdiri dari lima jenis hacking yakni e-banking, malware, pemerkosaan virtual, mobile device, dan tergetted attack.
Sudah barang tentu celah yang digunakan adalah melalui akses fasilitas / infrastuktur jaringan (network) seperti pada model NGN tersebut diatas.
Menurut Ketua Id-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team of Internet Infrastructure) Prof.Dr. Richardus Eko Indrajit, setiap hari terdapat serangan 1,1 juta terhadap infrastruktur Internet Indonesia dan serangan terbanyak berasal dari China.
"Tapi, serangan jaringan Internet dari Indonesia ke negara lain justru mencapai 3 juta dengan jumlah sasaran serangan terbanyak adalah Malaysia," ujarnya.
Di negara-negara maju, lembaga yang menangani dan mengawasi serangan terhadap infrastuktur internet terkadang tidak cukup hanya di tangani satu lembaga bahkan ada yang memiliki 3 lembaga sekaligus.
Indonesia saat ini baru hanya memiliki satu lembaga yaitu id-SIRTII, sudah tentu membutuhkan banyak tenaga ahli sistem keamanan komputer di dalamnya.
Dalam rangka memenuhi tuntutan kebutuhan tenaga IT security itulah maka STMIK “AMIKBANDUNG” memproklamirkan diri sebagai kampus network security dengan menetapkan “Network Security Campus” sebagai Visi.
Sedangkan salah satu misinya adalah menciptakan mahasiswa profesional di bidang Information and Communication Technology (ICT) yang berwawasan Next Generation Two.Saat ini STMIK AMIKBANDUNG adalah merupakan satu-satunya kampus di dunia ini yang semua program studinya berbasis Network Security.Sebagai bukti komitmen atas deklarasi tersebut maka kami akan bekerjasama dengan EC-Council Amerika untuk Program Academia, EC-Council adalah lembaga Internasional di bidang IT Security yang mendapatkan kepercayaan untuk melatih agen-agen CIA dalam bidang IT Security. Pada tahun 2008 Mahasiswa STMIK AMIKBANDUNG di bawah bimbingan CSRG (Computer Security Research Group) telah berprestasi sebagai juara Nasional Lomba Hacking Indonesia di Solo (ema/ema)











































