Beberapa di antaranya datang dari Bogor, Yogyakarta, bahkan Solo. Meski harus menempuh perjalanan panjang, para peserta tetap antusias mengerjakan pesawat-pesawatnya.
Octavianus Adi Pratama (18) misalnya, siswa SMAK 1 Solo ini mengaku tidak pernah mendapat pelajaran mengenai pesawat atau aeromodelling di sekolah. Namun berbekal semangat dan hobi ia mencoba mengadu peruntungannya di perlombaan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Suharisman (19) mahasiswa asal Kota Gudeg ini mengaku penasaran dengan perlombaan ini. "Tahun kemarin ikutan. Hasilnya kurang memuaskan. Makanya sekarang coba lagi," terangnya.
Para peserta memperebutkan piala DPRD, piala Walikota dan Gubernur Jabar serta piala FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Selain itu para juara juga akan mendapatkan sejumlah uang pembinaan.
(dip/ahy)










































