Netty Bekali Pendamping Keluarga Sadar Gizi

Netty Bekali Pendamping Keluarga Sadar Gizi

- detikNews
Sabtu, 17 Apr 2010 08:42 WIB
Netty Bekali Pendamping Keluarga Sadar Gizi
Bandung - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan memberikan pembekalan kepada para kader pendamping keluarga sadar gizi (Kadarzi) dan lingkungan bebas rawan pangan (Lingbasrangan).

Kegiatan diikuti 254 peserta dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang yang digelar di Gedung PKK Jawa Barat Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jumat (16/4/2010).
 
"Peranan kader PKK sebagai ujung tombak dalam membantu mensukseskan program pemerintah tidak diragukan lagi. Keberadaan para kader PKK yang tersebar hampir di setiap RW menjadi ujung tombak dalam menjalankan program pemerintah yang
berhubungan langsung dalam hal pemberdayaan keluarga," tutur Netty dalam surat elektronik yang diterima detikbandung Sabtu (17/4/2010).

Salah satu program yang digulirkan dari Badan Ketahanan Pangan Daerah Pemerintah (BKPD) Provinsi Jawa Barat menggandeng para kader PKK untuk menjadi pendamping Kadarzi dan lingkungan bebas rawan pangan
 
"Permasalahan gizi buruk ini merupakan ancaman serius terjadinya lost generasi. Maka dari itu permasalahan ini harus mendapat perhatian serius dan ditanggulangi secara menyeluruh melibatkan instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat," imbuh istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini.

Dari hasil penanganan langsung di lapangan yang ia lakukan dalam menangani masalah gizi buruk ini disebabkan beberapa faktor antara lain masalah kemiskinan, pendidikan masyarakat dan perilaku sosial yang belum sadar gizi.
 
"Tidak hanya masyarakat miskin yang kena gizi buruk, tapi yang berkecukupan juga
terkena. Hal ini terjadi karena perilaku masyarakat yang tidak memperhatikan pola
hidup sadar gizi serta belum sadar pola hidup bersih dan sehat (PHBS)", imbuhnya.
 
Netty pun berharap agar para pendamping ini mampu membangun kesadaran dan
kekuatan keluarga dalam penanggulangan rawan gizi.

"Kami berharap, para pendamping juga diharapakan mampu membentuk jejaring dengan melibatkan peran serta kelompok masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi masalah gizi buruk di lingkungannya masing-masing," tandas Netty.

(dip/dip)


Berita Terkait