Diumpat Kata-kata Satwa Hingga Ditelepon Almarhum

Kisah Teleponis Taksi

Diumpat Kata-kata Satwa Hingga Ditelepon Almarhum

Pradipta Nugrahanto - detikNews
Senin, 05 Apr 2010 12:14 WIB
Diumpat Kata-kata Satwa Hingga Ditelepon Almarhum
Bandung -

Pekerjaan teleponis taksi sekilas terlihat sederhana. Hanya menerima telepon konsumen dan memasukan datanya ke komputer.

Namun jika meneropong lebih jauh lagi, pekerjaan teleponis tidak semudah kelihatannya. Setiap hari mereka harus siap dihujani pemesan taksi dengan kalimat kotor atau diumpat dengan kata-kata satwa. Tak itu saja, pengalaman lainnya, mereka pernah ditelepon orang yang ternyata sudah meninggal.

Seperti pengalaman Yeni Nurdianti (20) dan Toni Nuriyanto (29), dua teleponis dari Blue Bird Group ini berbagi kisah dengan detikbandung ketika berbincang beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling pahit kalau sudah banyak order ada yang marah-marah. Marahnya sampai murka sekali dan seluruh nama-nama penghuni kebun binatang keluar," tutur Toni.

Hal yang sama pernah dialami Yeni. "Itu sering sekali terjadi, sehari bisa puluhan kali," ujarnya.

Tak hanya itu, Yeni dan Toni sama-sama pernah dihubungi oleh orang yang sudah meninggal. "Awalnya saya kira customer biasa pesan. Tapi ketika dicek ke alamat rumahnya, ternyata orangnya baru meninggal. Alhasil kami langsung merinding. Apalagi kejadiannya malam hari," cerita Yeni yang diamini Toni.

Namun tak selamanya Yeni dan Toni juga teleponis-teleponis lainnya mengalami pengalaman pahit selama bekerja. Pengalaman manis tetaplah ada. Bahkan tak jarang berasal dari turis asing.

"Yang paling berkesan kalau sudah dititipi bingkisan oleh pelanggan. Bahkan pernah ada bingkisan dari customer turis asing yang sedang liburan di Bandung. Bingkisan-bingkisan itu dititipkan ke sopir taksi. Pada saat menerimanya membuat kita selalu semangat untuk bekerja lebih baik lagi," tandas Yeni.

(dip/bbp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads