Aksi tutup mulut warga terutama rekan-rekan Ade, menghambat upaya polisi untuk menemukan Ade.
"Kami mencoba mencari ke sejumlah wilayah di Garut yang sering disinggahi Ade. Memang ada yang pro dan kontra terhadap Ade. Kalau yang pro yaitu teman-teman dekatnya tutup mulut. Begitupun keluarganya," jelas Kapolsek Bandung Kulon AKP Apong Wasrun saat dihubungi detibandung, Rabu (17/3/2010).
Menurut Apong, Ade saat ini sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian. "Dia sudah tersabgka dan statusnya DPO. Kami masih berusaha mencari keberadaannya. Semoga saja cepat tertangkap," jelasnya.
Apong menuturkan, kendati warga yang pro terhadap Ade sulit memberikan informasi, pihaknya meminta pengertian dan memberikan penjelasan terhadap warga bahwa Ade sedang dicari.
"Kami memberi penjelasan kalau Ade merupakan tersangka yang diduga menganiaya anak tirinya hingga akhirnya meninggal. Karena itu, Ade harus diamankan untuk segera dimintai keterangan," ungkap Apong.
Apong menduga, sebagian warga yang pro ini karena Ade suka memberi 'hadiah' kepada rekan-rekan sejawatnya di Garut. "Kalau pulang kampung, Ade selalu memberi minuman keras kepada para pemuda dan tukang ojek setempat. Jadinya, mereka enggan memberikan informasi persembunyian Ade," terang Apong.
Kendati begitu, kata Apong, ada sebagian warga lainnya yang bersedia memberikan informasi bila mengetahui keberadaan Ade yang menghilang sejak anak tirinya meninggal.
Tim Forensik RSHS Bandung menemukan bekas penganiayaan pada jenazah Ilham yang beberapa lalu makamnya dibongkar. Di tubuh Ilham terdapat bekas luka sulutan di kening atas, luka di kaki dan lebam-lebam di dada.
Terungkapnya kasus ini setelah ayah kandung Ilham yaitu Iwan Setiawan (29) melihat kejanggalan di tubuh anaknya. Dia menemukan luka lebam di bagian punggung dan perut saat memandikan jenazah Ilham. Selain itu terdapat bekas seperti sulutan rokok di dahi. Iwan pun melaporkan temuannya itu ke Polsek Bandung Kulon pada Minggu (28/2/2010) sore.
Keluarga awalnya mengira Ilham meninggal karena sakit. Ilham tinggal di Cibuntu Haur Koneng, RT 2 RW 6, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Balita tersebut meninggal pada Jumat (26/2/2010). Jenazah Ilham dimakamkan di Garut pada Minggu (28/2/2010).
(bbp/lom)











































