Keluarga mencari ke tempat tersebut karena Nuri pernah bercerita pada adiknya bahwa pernah bermain ke lokasi itu. Hal ini diungkapkan adik Nuri, Ismawati (14), saat dihubungi detikbandung, Selasa (2/3/2010).
"Kita cari teteh sampai ke Brigif Cimahi terus ke Tangkuban Parahu juga. Soalnya teteh (Nuri-red) pernah main ke sana, jadi kita coba aja," ujar Isma. Namun pencarian yang dilakukan pada Kamis (25/2/2010) itu tak mendapatkan hasil.
Dituturkan Isma, saat pergi ke Brigif atau Tangkuban Perahu itu, kakaknya biasa dibonceng oleh teman-temannya. Isma menambahkan, dirinya juga seringkali diajak oleh Nuri saat akan bermain dengan teman-temannya itu.
"Teteh dibonceng pakai motor, Isma juga suka diajak," tuturnya.
Tak hanya keluarganya saja yang mencari Isma, teman-teman Nuri di sekolah juga ikut mencarinya. Mereka juga mencari hingga Cipatik-Cililin. "Kita bagi-bagi tugas aja, di Cipatik kan ada saudara, jadi kita cari ke sana juga," papar Isma.
Saat ini, Ibu dari Nuri, Imas yeni (35) pun sedang berada di Cililin untuk kembali mencari informasi.
Siswi kelas 3 di SMP Cokroaminoto ini terakhir kali pergi dengan menggunakan seragam sekolah lengkap serta memakai jaket hitam dan rambut diikat, Selasa (23/2/2010). Selama ini ia tinggal di rumah orangtuanya, Gang Mamadipa RT 2 RW 5, Jalan Terusan Jamika, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.
Ciri-ciri Nuri saat terakhir meninggalkan rumah yaitu memakai pakaian sekolah (seragam SMP), rambut panjang diikat (sebahu), tinggi badan 150 sentimeter dan berat badan 45 kilogram.
(tya/bbp)











































