Hal tesebut diungkapkan Guru Besar Fakultas Ekonomi Unpad, Ina Primiana, ketika menyampaikan seminar bertajuk 'Techno Economy dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia' di Auditorium Universitas Widyatama, Bandung, Kamis (25/2/2010).
"Kemajuan teknologi di Indonesia terhambat, sehingga pertumbuhan ekonominya sulit bersaing dengan negara lain," ujar Ina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ina mencontohkan, salah satu alasan minimnya perkembangan teknologi untuk menyokong perekonomian itu ialah terfokusnya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. UMKM memang memberikan pemasukan yang terus meningkat, termasuk dalam pemasukan ekspor dari 2006 yaitu sekitar Rp 122 triliun menjadi Rp 184 triliun pada 2008.
Namun, tutur Ina, UMKM hanya terfokus pada kebutuhan ekonomi jangka pendek. Sehingga, lanjut dia, perkembangan teknologi dalam memproduksi produk-produk UMKM yang berkualitas demi mendapatkan hasil ekonomi yang lebih besar menjadi terpinggirkan.
"UMKM kan terfokus untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek pelakunya," tuturnya.
Selain itu, terjadi pula pergeseran sektor usaha produsen bermodal besar seperti pertanian, energi, dan pertambangan, menjadi usaha-usaha pemenuhan konsumsi seperti jasa perdangangan dan pengangkutan.
Sehingga, tutur Ina, prioritas penelitian untuk menghasilkan teknologi mutakhir untuk mendukung produksi menjadi minim.
"Pergeseran ini membuat pelaku usaha besar kurang berminat melakukan terobosan dalam teknologi," imbuhnya.
(bbp/bbp)











































