"Kalau ada berita bencana di media, pasti nanya ini di mana, kondisi mereka bagaimana. Ini membuktikan kalau rasa empati dan simpati masyarakat masih besar," ungkap seniman dan budayawan Sunda, Kang Ibing kepada detikbandung usai talkshow Culture as Identity di Gedung E-Plax, mall Paris van Java, Sabtu (20/2/2010).
Hal ini menurut Kang Ibing, menandakan rasa persaudaraan masyarakat terutama masyarakat Sunda masih cukup besar. Termasuk kesediaan masyarakat untuk membantu korban secara sukarela. Masyarakat yang dekat dengan lokasi bencana bisa membantu dengan tenaga sedangkan yang cukup jauh sering menyumbangkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan barang-barang lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengharapkan rasa persaudaraan ini terus dipupuk, di tengah makin mencuatnya rasa egoisme masyarakat perkotaan yang dapat mengikis rasa persaudaraan yang merupakan ciri khas masyarakat Sunda. "Harus terus dipupuk ciri masyarakat Sunda yang sangat positif ini," tegasnya.
Kang Ibing pun mengungkapkan, pemerintah sebaiknya memanfaatkan rasa persaudaraan masyarakat untuk memberikan edukasi soal lingkungan. Rasa persaudaraan masyarakat ini sebaiknya digunakan pemerintah untuk menjelaskan apa pengaruh perilaku masyarakat dalam mengolah lingkungan. Karena masyarakat bisa diajak bercermin kepada apa yang dialami saudara-saudara mereka.
"Kan pemerintah bisa memberikan edukasi. Misalnya begini, akibatnya bila membangun rumah di bantaran sungai, atau begini lho akibatnya bila membuang sampai ke sungai," harap Kang Ibing.
(ema/ema)










































